28 November 2008

Si Kaya dan Si Miskin Dalam Berdoa

Inilah suatu cerita dimana perbedaan si kaya dan si miskin berdoa. Si kaya yang berkecukupan,selalu berderma dan dalam setiap doanya selalu berkata "Ya Tuhan,'terimakasih' atas rejeki yang tlah kauberikan." Sedangkan si miskin selalu berderma dan dalam setiap doanya berkata "Ya Tuhan,'kumohon' berikan kami rejeki yang berlimpah." Inilah berbedaan doa si kaya dan si miskin,antara 'terimakasih' sebagai ungkapan syukur dan 'kumohon' sebagai ungkapan permintaan. Lalu kenapa si kaya bertambah kaya dan si miskin bertambah miskin???

Memang dalam hidup ini banyak realita tersebut. Mungkin memang si kaya berterimakasih karena memang dia sudah berkecukupan,dan si miskin memohon karena mungkin iri dengan si kaya atau semacamnya. Dan disinilah perbedaannya,kita tak pernah mensyukuri akan apa yang kita dapat. Sesungguhnya bisa dibilang aku itu miskin(bukan merendah,cari hati,simpati ato pamer),walau papiku seorang kapiten,eh seorang pengusaha besar tetap kehidupanku(atau bisa dijabarkan aku,mami,dan adikku) sungguh blas nggak bisa dibilang kaya,berkecukupan aja enggak. Tapi mami selalu berkata "syukurilah semua yang bisa kamu dapat,karena inilah yang diberikan tuhan untuk kita hidup"
Hmm,aku berpikir orang hidup aja pas-pasan kok disuruh bersyukur,lha terus kapan tuhan mbantuin jadi pas? Pikiran orang normal pasti gitu,apalagi temen2 MTM(Jogja,manalagi wong temen maen ya cm itu2 doang) rata-rata orang kaya kadang bikin iri. Duh,duh,duh kenapa aku nggak dilahirkan kayak mereka?kenapa aku disuruh hidup diatas beban yang berat?(agak sedikit bangga sih aku nulis begini,jadinya kan aku ini orang tegar,orang kaya itu nggak pernah bermasalah anak mami,huehehe)yah pokoknya yang dikepala ni cuma KENAPA?

Temen-temen pernah ada yang nonton film judulnya EVAN ALMIGHTY(bener gag ya)? Di film itu diceritain seorang bernama Evan Baxter,singkatnya(karena males ceritanya,pinjem aja kasetnya di rental,bagus kok) dia yang tadinya autis/atheis/komunis apalah itu yang tidak percaya tuhan,bertemu dengan tuhan yang nyuruh dia mbuat bahtera kayak nabi Nuh,gila?
Sebenernya pesan moral yang dikatakan di film itu adalah jika kamu mau mengubah dunia,lalukanlah dulu satu hal kecil dengan iklas/iklhas/ikhlas(yang bener mana gatau maklum lupa udah setaon lebih gag belajar b.indo) maka kamu dapat mengubah dunia.
Tapi sebenernya yang mau aku tarik dari film itu bukan mengubah dunia tapi bagaimana sebuah doa kita didengar dan dikabulkan dengan cara yang takkan kita pikirkan. Si tuhan berkata kepada istri Evan yang selalu berdoa agar rumah tangganya selalu rukun,sampai suatu ketika rumah tangganya sedang pecah gara-gara memperdebatkan Evan yang membangun bahtera di musim panas yang panjang yang tak mungkin terjadi banjir pemusnah manusia.
Tuhan berkata pada istri Evan,"jika kau memohon pada Tuhan untuk kesembuhan dari dirimu yang sakit,apakah Tuhan langsung memberimu kesembuhan ataukah memberimu kesempatan untuk sembuh kepadamu?","jika kamu memohon untuk kerukunan keluargamu,apakah Tuhan akan langsung memberi kerukunan atau memberimu kesempatan untuk belajar rukun?

Dari film tersebut,aku kaitkan cerita si kaya dan si miskin juga nasibku. Di cerita si kaya bisa mensyukurinya sambil berderma dengan ik..hlas(betul kan?) sedangkan si miskin juga selalu berderma namun tetap merasa kurang dan akhirnya memohon. Jikalau dia memohon,maka seharusnya dia akan diberi kesempatan untuk mendapatkan rejeki itu,namun kesempatan itu disia-siakan karena terlalu berat,susah atau lainnya dari si kaya. Ingat,si miskin memohon karena iri akan si kaya dan jika pekerjaan di kaya lebih mudah maka akan timbul rasa iri sebagai sifat dasar manusia seperti "kok dia bisa?" atau "kenapa hanya dia yang bisa mendapatkan pekerjaan seperti itu dengan mudah sedangkan aku tidak bisa?"
Tapi misalkan si miskin bisa menerima kesempatan itu dengan ikhlas,maka sari kesempatan itu dia akan menemukan kesempatan dan kesempatan dan seterusnya untuk bisa sejajar dengan si kaya. Seandainya juga si miskin bisa berterimakasih dan bersyukur akan semua yang diterimanya,maka diapun akan lebih mudah mendapatkan kesempatan itu untuk sejajar dengan si kaya.

Dan inilah aku,nasibku yang sebelumnya terpuruk sedikit demi sedikit aku belajar untuk berterimakasih dan bersyukur. Sebenarnya tak mudah melakukannya,karena sifat iri itu sendiri selalu menghalangi tekat bersyukur itu. Rasanya bermimpi bisa bersyukur atas penderitaan...
Suatu saat ketika main ke warnet(warung internet) aku menemukan sebuah tulisan dalam format wordpad di komputer yang aku pakai. Ketika kubuka,betapa girang hati ini,perjuangan untuk bersyukur melawan iri telah aku dapatkan. Sebuah pekerjaan yang menurut teman-teman susah(bahkan ada yang tidak mau mencoba padahal di rumahnya terpasang internet),tapi bagiku ini sangatlah gampang mungkin karena memang hobiku surfing di dunia maya ini. Setelah aku bertanya-tanya pada orang-orang dari satu forum ke forum yang laen,ternyata apa yang aku dapatkan itu memang bisa. Banyak orang yang sukses di pekerjaan sambilan itu,namun banyak juga yang menjadikannya pekerjaan tetap berpenghasilan cukup lebih untuk hidup bahagia istri dan anak-anak(kata salah satu orang yang aku tanyai yang dengan bangganya dia berkata)
Ya,memang itu cita-citaku. Punya pekerjaan tetap yang menguntungkan sesuai dengan hobiku,ngajak mami pergi jalan-jalan keluar negeri beli topi sandal sepatu baju bagus,lalu punya istri cantik enggak juga nggak apa-apa asal nggak jelek-jelek amat(huh sok-sokan.pacar aja seret,nggak dapet-dapet hahaha) yang penting pinter ramah sabar n punya sifat keibuan,beli rumah trus punya anak 2 cukup mau laki ganteng mirip aku atau cantik mirip ibunya juga enggak apa-apa,lalu aku pensiun dari pekerjaanku dan memiliki cucu-cucu yang hebat dan menyenangkan,lalu aku akan mati lebih dulu dari istriku,hidup tenang di rumah masa depan 3x2 meter,lalu lama-lama ceritanya jadi ngaco ya?hahaha.

Hmm,dari semua itu memang satu yang dibutuhkan,yaitu adalah selalu bersyukur. Biarpun semua terjadi padamu,bersyukurlah atas semua itu!
HIDUP GONDOL!(halah)

0 komentar: